ANALISIS PENGGUNAAN POLA KALIMAT TO TOMONI, NI SHITAGATTE, NI TOMONATTE DAN NI TSURETE DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG

Oleh : Fitriyani

Abstrak

Banyaknya sinonim baik itu dalam kosakata maupun tata bahasa dalam bahasa Jepang sering menjadi kendala bagi pembelajar bahasa Jepang. Salah satunya adalah …totomoni, ….ni shitagatte, …ni tomonatte dan …ni tsurete yang dalam bahasa Indonesia keempatnya memiliki arti yang sama yaitu “seiring”. Namun meskipun demikian terdapat perbedaan diantara keempatnya. Untuk itu dalam penelitian ini dibahas mengenai  bagaimana penggunaan pola kalimat …totomoni, …ni shitagatte, …ni tomonatte dan …ni tsurete sebagai sinonim dalam kalimat bahasa Jepang dan apakan pola kalimat tersebut bisa saling menggantikan penggunaanya dalam kalimat atau tidak.

Kata kunci : …to tomoni, ni shitagatte, ni tomonatte dan ni tsurete

A. PENDAHULUAN

Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (Gorys Keraf 1997 : 1). Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia , Bahasa juga merupakan alat ekspresi diri sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Bahasa adalah sebuah identitas bangsa.
Dalam bahasa Jepang banyak sekali kosakata dan beragam pola kalimat yang penggunaanya juga memiliki ketentuan tertentu. Hal ini sering kali menjadi kendala dalam pembelajaran bahasa Jepang.
Bahasa Jepang memiliki banyak sekali kata yang memiliki arti yang sama (sinonim), namun sulit untuk dicari padanannya dalam bahasa Indonesia. Keberadaan sinonim dalam bahasa Jepang juga menjadi salah satu faktor penyebab sulitnya mempelajari bahasa Jepang, terutama bagi pembelajar asing.
Bagi orang Indonesia sendiri, dalam mempelajari bahasa Jepang kerap kali menemui beberapa kosakata bahasa Jepang yang jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia akan menjadi kata yang sama. Tetapi dalam konteks tertentu, akan ditemui perbedaannya. Jika persamaan dan perbedaan kata bersinonim tersebut tidak dipahami secara baik, maka akan menimbulkan kesalahan berbahasa yang dilakukan pembelajar bahasa Jepang manapun.
Sinonim dalam bahasa Jepang tidak sebatas pada kosakata saja, akan tetapi pada pola kalimat pun memiliki banyak kosakata. Misalnya pola kalimat “… node…” dan “.. kara..” keduanya memiliki arti “karena”. Akan tetapi penggunaan nya berbeda sesuai makna yang muncul dalam konteks kalimatnya.
Contoh lainnya yaitu pola kalimat yang akan penulis bahas sebagai permasalahan dalam penelitian ini adalah …totomoni, ….ni shitagatte, …ni tomonatte dan …ni tsurete. Keempatnya memiliki arti “seiring”. Akan tetapi terdapat makna tersendiri yang membedakan penggunaan nya. Untuk lebih jelas lagi, berikut contoh kalimat dari ketiga pola kalimat tersebut :
1) 年をとるとともに、体力が衰える。
Seiring bertambahnya usia, tenaga semakin melemah.
2) 高く登るにしたがって、見晴らしがよくなった。
Seiring dengan semakin tingginya mendaki, pemandangan semakin indah.
3) 人口が増えるに伴って、いろいろな問題が起こってきた。
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, timbul berbagai masalah.
4) 品質がよくなるにつれて、値段が高くなる。
Seiring dengan semakin bagusnya kualitas, harga nya akan semakin tinggi.
Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa pola kalimat …totomoni, …ni shitagatte, …..ni tomonatte dan ..ni tsurete memiliki arti “seiring” bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Keempat nya juga sama-sama menunjukan dua hal yang terjadi seperti adanya keadaan sebab akibat. Satu hal terjadi, lalu disisi lain ada hal yang muncul karenanya. Namun tidak menutup kemungkinan keempat pola kalimat tersebut tidak dapat saling menggantikan penggunaannya dalam kalimat, hal ini tunjukan dari konteks kalimat dan makna yang ingin dimunculkan dari kalimat tersebut.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengangkat pola kalimat …totomoni, ..ni shitagatte, …ni tomonatte dan …ni tsurete sebagai tema dalam penelitian ini. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.Bagaimana penggunaan pola kalimat …totomoni, ….ni shitagatte, …ni tomonatte dan …ni tsurete sebagai sinonim dalam kalimat bahasa Jepang.
2.Apakah pola kalimat …totomoni, ….ni shitagatte, …ni tomonatte dan …ni tsurete bisa saling menggantikan penggunaanya dalam kalimat.

B. PEMBAHASAN

1. Penggunaan Pola Kalimat … to tomoni, … ni shitagatte, … ni tomonatte

Totomoni, ..ni shitagatte, ..ni tsurete, dan …ni tomonatte sama-sama memiliki arti “seiring” dalam bahasa Indonesia
Contoh :
1)      自動車が普及するとともに、交通事故も増えてきた。
Seiring dengan populernya kendaraan, kecelakaan lalu lintas pun semakin meningkat.
2)      工業化が進むにしたがって、自然環境の破壊が広がった。
Seiring dengan majunya perindustrian, kerusakan lingkungan semakin meluas.
3)      時代の変化につれて、結婚の形も変わってきた。
Seiring dengan berubahnya zaman, bentuk pernikahan pun berubah.
4)      気温の上昇に伴って湿度も上がり蒸し暑くなってきた。
Seiring dengan meningkatnya suhu udara, kelembaban pun meningkat, dan menjadi panas dan lembab.
Pada keempat contoh kalimat diatas pola kalimat ..totomoni, ..ni shitagatte, ..ni tsurete, dan …ni tomonatte sama-sama memiliki arti “seiring”. Keempat contoh kalimat diatas menunjukan satu kejadian yang berlawanan yang muncul disebabkan  kejadian yang mendahuluinya.
Pada contoh nomor 5) 自動車が普及するとともに、交通事故も増えてきた/ Seiring dengan populernya kendaraan, kecelakaan lalu lintas pun semakin meningkat. Pola kalimat totomoni, dapat di ganti dengan ..ni tsurete karena fungsi dari kedua pola kalimat tersebut sama, yaitu menunjukan kegiatan, kata kerja atau kata benda yang menunjukan adanya perubahan, dari satu sisi kegiatan perubahan yang lain bersamaan dengan perubahan yang lainnya. Menunjukan arti adanya perubahan dua hal/kegiatan dalam waktu yang bersamaan.

2. Pola kalimat …to tomoni, ..ni shitagatte, …ni tomonatte bisa saling menggantikan penggunaanya dalam kalimat

Contoh lain kalimat yang menggunakan pola kalimat ..totomoni, …ni shitagatte, ni tsurete, dan ni tomonatte.
9) 経済成長とともに、国民の生活も豊かになった。
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, kehidupan masyarakat pun semakin sejahtera.
10) 電気製品の普及にしたがって、家事労働がらくになった。
Seiring dengan semakin populernya alat elektronik, pekerjaan rumah tangga pun semakin ringan.
11) 年をとるにつれて、昔のことがなつかしく思い出される。
Seiring dengan bertambahnya usia, karena rindu, teringat akan kenangan masa lalu.
12) 学生数が増えるのに伴って、学生の質も多様化してきた。
Seiring dnegan bertambahnya jumlah murid, kualitas para siswa pun semakin beraneka ragam.

Contoh kalimat nomor 9 sampai 12 pun memiliki makna yang sama, keempatnya memiliki hubungan sebab akibat. Pada contoh kalimat nomor 11) 年をとるにつれて、昔のことがなつかしく思い出される/ Seiring dengan bertambahnya usia, karena rindu, teringat akan kenangan masa lalu. Pola kalimat tsurete, dapat diganti dengan totomoni dan ni shitagatte, karena ketiga pola kalimat ini menunjukan ketika satu hal berubah maka satu hal yang berlawanan juga terjadi sebagai akibatnya.
Pada contoh kalimat nomor 12) 学生数が増えるのに伴って、学生の質も多様化してきた/ Seiring dnegan bertambahnya jumlah murid, kualitas para siswa pun semakin beraneka ragam. Pola kalimat …to omonatte dapat diganti dengan pola kalimat ..ni shitagatte dan ni tsurete.
Berikut adalah contoh-contoh kalimat yang juga menggunakan pola kalimat ..totomoni, ..ni shitagatte, ni tsurete, dan ni tomonatte.

1) テレビの普及とともに、映画は衰退した。
Seiring dengan semakin populernya televisi, film semakin mundur.
2) 成長するにつれて、娘は無口になってきた。
Seiring dengan pertumbuhannya, anak perempuan (saya) jadi pendiam.
3) 進むにしたがって、道は険しくなる。
Semakin kedepan, jalan semakin terjal.
4) 父親の転勤にともなって、一家の生活拠点は仙台からニューヨックへと移ることになった。
Bersamaan dengan ayah yang dipindahkan kerjanya, satu keluarga pindah dari sendai ke New York.

Pada kalimat nomor 5) テレビの普及とともに、映画は衰退した。Hubungan sebab-akibat yang ditimbulkan berpengaruh secara luas, berbeda dengan contoh kalimat nomor 6) 成長するにつれて、娘は無口になってきた. Pada kalimat ini hubungan sebab-akibat ruang lingkupnya hanya bersifat pribadi.
Pola kalimat ..ni shitagatte pada nomor 7) 進むにしたがって、道は険しくなる, disini Menunjukan hal yang terjadi bersamaan dengan majunya suatu perubahan. Pola ni shitagatte menunjukan arti (bersamaan dengan majunya suatu hal/fungsi). Di belakang kalimat (ni tomonatte) biasanya di ikuti dengan kata (kewashiku naru/ menjadi terjal) dan lain-lain, dan biasanya kata sambung yang digunakan dalam kalimat depannya adalah suatu hal/fungsi yang bersamaan dengan majunya suatu perubahan. Ni shitagatte memiliki makna yang sama dengan totomoni.

C. KESIMPULAN

Dari uraian dalam bab pembahasan Pola kalimat …totomoni, …ni shitagatte, ni tsurete dan ni tomonattte keempatnya memiliki persamaan yaitu jika diartikan kedalam bahasa Indonesia yang berarti “seiring” dan keempatnya menggunakan kata kerja bentuk kamus.
Dalam penggunaannya keempatnya dapat saling menggantikan karena sama-sama menunjukan bersamaan satu hal yang berubah, hal yang lain juga ikut berubah. Tetapi dalam beberapa kalimat keempat pola kalimat tersebut tidak dapat saling menggantikan, karena memiliki makna yang muncul, sesuai konteks kalimatnya.

DAFTAR PUSTAKA

1998. 日本語文型辞典Kuroshio Publisher.

1997. 日本語能力試験文法問題対策(2級)スリーエーネットワーク。

Ahira, anne. (2012) peran bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi [online] tersedia :

http://www.anneahira.com/bahasa-17353.htm  (2 februari 2012)

71Brandweer. (2011) Bahasa sebagai alat komunikasi [online]           tersedia:

http://deviden749.wordpress.com/2011/09/28/bahasa-sebagai-alat-komunikasi/ (2 februari 2012)

Categories: Linguistik | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “ANALISIS PENGGUNAAN POLA KALIMAT TO TOMONI, NI SHITAGATTE, NI TOMONATTE DAN NI TSURETE DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG

  1. mantap gan analisisnya🙂
    cuma sayang ane baru pengen ke Jepang tp belum mahamin banget bahasa jepang..haha
    nice gan🙂

  2. resty

    Tulisan ini merupakan skripsi atau jurnal ya? Dan dimana saya bisa mendapatkan tulisan ini dalam berkas asli? Karna saya sangat perlu sekali sebagai bahan referensi skripsi saya. Mohon infonya. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: